Monday, December 22, 2014

Kacang Tanah

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah tanaman polong-polongan atau legum anggota suku Fabaceae yang dibudidayakan, serta menjadi kacang-kacangan kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Tanaman yang berasal dari benua Amerika ini tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dengan daun-daun kecil tersusun majemuk.
Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang bogor, Voandziea subterranea yang buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah. Jika buah yang masih muda terkena cahaya, proses pematangan biji terganggu.

Tanaman Kacang tanah bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak, sedang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber protein nabati , minyak dan lain-lain.
Sebagai tanaman budidaya, kacang tanah terutama dipanen bijinya yang kaya protein dan lemak. Biji ini dapat dimakan mentah, direbus (di dalam polongnya), digoreng, atau disangrai. Di Amerika Serikat, biji kacang tanah diproses menjadi semacam selai dan merupakan industri pangan yang menguntungkan Produksi minyak kacang tanah mencapai sekitar 10% pasaran minyak masak dunia pada tahun 2003 menurut FAO. Selain dipanen biji atau polongnya, kacang tanah juga dipanen hijauannya (daun dan batang) untuk makananternak atau merupakan pupuk hijau.
Kacang tanah kaya akan lemak, protein, zat besi, vitamin E, vitamin B kompleks, vitamin K, vitamin A, kolin, kalsium, omega 3 dan omega 9.  Tidak kalah dengan jenis kacang-kacangan yang lain, kacang tanah memiliki berbagai manfaat untuk tubuh seperti menjaga daya tahan tubuh, mencegah penyakit jantung serta menurunkan resiko jantung koroner, menurunkan kadar kolesterol, melawan bakteri tuberkulosis, menurunkan tekanan darah tinggi, mengurangi penyakit hemofilia, mengobati insomnia dan mampu mengurangi keputihan pada wanita.

Manfaat Buah Sawo

Sawo adalah salah satu buah yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Pohon sawo bisa tumbuh menjadi cukup besar dengan buah yang banyak. Daunnya cukup rimbun sehingga cocok untuk digunakan sebagai tempat bernaung dari sengatan matahari. Sawo berasal dari kawasan tropis di Guatemala, Amerika Tengah kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Buah sawo memiliki berbagai macam gizi dan vitamin yang berguna bagi manusia. Mengkonsumsi buah sawo secara rutin baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mengobati berbagai penyakit.

Daging buah sawo yang matang memiliki rasa yang manis dan banyak air. Kulitnya bisa ikut dimakan dengan tekstur agak kasar. Namun, pada daging buah setengah matang rasa yang dominan justru getah yang kesat dan terasa tebal di lidah.

Daun dan batang sawo mengandung flavonoida. Pada daun juga terkandung saponin. Flavonoida dan saponin berperan dalam menyerap air dalam tubuh dan menghambat diare.

Kandungan serat yang cukup tinggi pada buah sawo menjadikan buah sawo bisa menjadi obat sembelit.
Sawo juga memiliki kandungan tanin yang bermanfaat sebagai anti peradangan, antivirus, antibakteri, dan antiparasit. Konsumsi tanin secara seimbang berperan pula dalam menjaga kesehatan usus dan pencernaan.
Selain itu, sawo juga mengandung vitamin A dan vitamin C. Vitamin A penting untuk penglihatan, sementara vitamin C berperan sebagai antioksidan. Sawo diketahui pula memiliki kandungan mineral seperti kalium, besi tembaga. Senyawa ini penting untuk kesehatan proses metabolisme dalam tubuh.


Vertikultur

Belakangan ini banyak lahan-lahan di perkotaan semakin terlihat sempit. Kurangnya lahan untuk menanam pun juga ikut berkurang. 

Untuk mensiasati hal tersebut ditemukan pola tanam baru yang dinamakan vertikultur. 

Vertikultur diserap dari bahasa Inggris yang berasal dari kata vertical dan cultureyang artinya, teknik budidaya tanaman secara vertikal diruang sempit dengan memanfaatkan bidang sebagai tempat bercocok tanam, sehingga penanamannya menggunakan sistem budidaya pertanian secara bertingkat baik  indoor  maupun  outdoor. Tujuan utama aplikasi teknik vertikultur adalah memanfaatkan lahan sempit seoptimal mungkin.

Tanaman yang dapat ditanam dengan pola tanam ini yaitu tanaman sayur-sayuran dan obat-obatan dengan berat yang ringan serta perakaran yang dangkal. 

Tujuan dari vertikultur adalah untuk memanfaatkan lahan sempit yang tidak produktif menjadi lahan sempit yang produktif dengan aplikasi vertikultur, menghemat pengeluaran dengan cara memiliki tanaman sayuran sendiri, menambah nilai estetika lahan pekarangan, dan dapat sebagai variasi pelengkap tiang rumah utama.

Syarat-syarat menanam dengan pola atau teknik vertikultur adalah Persyaratan  vertikultur  adalah  kuat  dan mudah  dipindah-pindahkan. Tanaman yang akan ditanam sebaiknya  disesuaikan dengan kebutuhan dan memiliki nilai ekonomis tinggi, berumur  pendek, dan berakar pendek. Tanaman sayuran yang sering dibudidayakan secara vertikultur antara lain  selada, kangkung, bayam, katuk, kemangi, tomat, pare, kacang panjang, mentimun  dan tanaman sayuran lainnya. 

Bahan-bahan yang bisa digunakan juga beragam mulai dari bambu, pipa paralon, kaleng bekas, dll. Dengan model yang beragam juga.

Tiga aspek yang harus dipersiapkan dalam budidaya tanaman organik secara vertikultur, yaitu: pembuatan paralon vertikultur, penyiapan dan penggunaan pupuk organik, serta penanaman dan pemeliharaan.

Adventure . Nature

Sesuatu yang indah itu perlu perjuangan. Sama hal nya saat mendaki gunung. Untuk melihat keindahan alam ciptaan- Nya pun perlu perjuangan.
edelweiss
Buatlah sebuah pendakian itu menyenangkan. Agar dapat mengerti dan bisa lebih menghargai alam. Dengan begitu kesombongan diri akan rontok perlahan.
20140625_055325
Alam itu hidup. Ia dapat merespon setiap perilaku manusia. Jagalah alam jangan sampai alam yang menjaga kita. – @infogunung