Belakangan
ini banyak lahan-lahan di perkotaan semakin terlihat sempit. Kurangnya lahan
untuk menanam pun juga ikut berkurang.
Untuk
mensiasati hal tersebut ditemukan pola tanam baru yang dinamakan vertikultur.
Vertikultur diserap dari bahasa Inggris yang berasal dari
kata vertical dan cultureyang artinya,
teknik budidaya tanaman secara vertikal diruang sempit dengan memanfaatkan
bidang sebagai tempat bercocok tanam, sehingga penanamannya menggunakan sistem
budidaya pertanian secara bertingkat baik indoor maupun
outdoor. Tujuan utama aplikasi teknik vertikultur adalah memanfaatkan lahan
sempit seoptimal mungkin.
Tanaman yang dapat ditanam dengan pola tanam ini yaitu
tanaman sayur-sayuran dan obat-obatan dengan berat yang ringan serta perakaran
yang dangkal.
Tujuan dari vertikultur adalah untuk memanfaatkan lahan
sempit yang tidak produktif menjadi lahan sempit yang produktif dengan aplikasi
vertikultur, menghemat pengeluaran dengan cara memiliki tanaman sayuran
sendiri, menambah nilai estetika lahan pekarangan, dan dapat sebagai variasi
pelengkap tiang rumah utama.
Syarat-syarat menanam dengan pola atau teknik vertikultur
adalah Persyaratan vertikultur adalah kuat dan
mudah dipindah-pindahkan. Tanaman yang akan ditanam sebaiknya
disesuaikan dengan kebutuhan dan memiliki nilai ekonomis tinggi, berumur
pendek, dan berakar pendek. Tanaman sayuran yang sering dibudidayakan secara
vertikultur antara lain selada, kangkung, bayam, katuk, kemangi, tomat,
pare, kacang panjang, mentimun dan tanaman sayuran lainnya.
Bahan-bahan yang bisa digunakan juga beragam mulai dari
bambu, pipa paralon, kaleng bekas, dll. Dengan model yang beragam juga.
No comments:
Post a Comment